Kamis, 02 Februari 2012

Sehatkah Makanan Balita Saya?

Tidak jarang para ibu khawatir (cenderung parno, seperti saya. hehe) apakah yg dimakan Almira sudah cukup membuatnya sehat. Apalagi dengan metode Baby-Led Weaning yang membuat saya tak perlu menyuapi Almira dan porsi makannya ditentukan dirinya sendiri. Tapi jika pada satu sesi makan saya rasa yang dimakan anak saya kok sepertinya kurang (menurut saya), biasanya saya menawarkan makanan lebih sering pada hari tersebut. 

Balik lagi ke pertanyaan yang tercantum dalam judul artikel ini yang coba saya jawab dari salah satu bagian tulisan pak Wied Harry (ahli gizi) di Buku Pintar Menu Balita 30 Hari: Benarkah makanan yang Anda berikan sudah sehat dan bergizi? Apakah porsinya sudah mencukupi? Untuk memastikan balita Anda mendapatkan makanan bergizi dengan porsi yang cukup, mari amati indikator berikut ini:

Indikator BAB
Buang air besar (BAB) bisa menggambarkan kecukupan asupan serat dalam makanan balita Anda. Selalu sempatkan setiap hari mengamati rutinitas buang air besarnya dan amati pula kotorannya. Agar lebih jelas, Anda bisa berpatokan pada kunci BAB-5
1. BAB minimum setiap pagi (bisa lebih dari satu kali, tetapi tidak diare atau sakit perut).
2. BAB tanpa mengejan, kotoran keluar secara otomatis tanpa didorong.
3. BAB kotoran mengambang, tidak tenggelam.
4. BAB 2 menit, kotoran sudah keluar semua.
5. BAB merasa tuntas. 

Jadi, jika balita Anda tidak setiap hari buang air besar atau selalu mengejan setiap kali buang air besar, benahi lagi asupan makanannya. Sebagian besar orang tua merasa sudah memberikan cukup makanan berserat, tetapi ternyata anaknya masih saja tidak lancar BAB. Jika hal itu yang terjadi, sadari bahwa setiap anak memiliki kebutuhan asupan serat berbeda. Jangan ragu meningkatkan lagi jumlah asupan makanan berserat, terutama beras merah, sayuran segar, buah segar, dan polong-polongan. 

Gas buang (kentut) dan kotoran yang berbau terlalu tajam menusuk juga mengindikasikan rendahnya asupan serat masakan. Cukup mengonsumsi buah-buahan segar, sayuran segar, beras merah, dan polong-polongan meningkatkan timbunan serat dalam usus besar yang menjadi makanan bagi "bakteri baik" penghasil vitamin K. Dengan demikian, "bakteri baik" berkembang biak dengan pesat, sebaliknya pertumbuhan "bakteri pembusuk" tertahan. Populasi "bakteri pembusuk" yang terbatas menekan terbentuknya gas berbau busuk sehingga bau khas gas buang dan kotoran wajar. 

Sebaliknya, asupan serat yang rendah meningkatkan volume makanan pembentuk gas di dalam usus besar karena kotoran sulit dibuang tanpa serat yang cukup. Kecuali polong-polongan, makanan hewani merupakan sumber protein yang miskin serat dan biasanya tertahan lama di usus besar jika tidak ada serat. Padahal, sebagian besar makanan hewani kaya triptofan, salah satu asam amino penyusun protein yang mengandung belerang (sulfur). Nah, belerang dalam protein hewani inilah penyebab bau tajam menusuk pada gas buang dan kotoran anak. Oleh karena itu, selalu dampingi dengan asupan serat yang cukup. 

Indikator flu atau demam
Amati balita Anda. Apakah ia mudah terserang flu atau demam dibanding anak-anak seusia? Apakah dalam tiga bulan berturut-turut ia selalu menderita flu atau menderita demam tanpa flu dalam setiap bulan? 
Serangan flu menandakan rendahnya sistem kekebalan tubuh. Demam menandakan adanya peradangan dalam sistem tubuh anak. Hal ini berkaitan dengan terbatasnya asupan nutrisi penjaga imunitas, terutama vitamin C, betakaorten, dan seng (zinc). Coba amati apakah asupan buah-buahan segar, sayuran segar, dan ikan segar terlalu sedikit? Jika ya, perlahan-lahan tingkatkan lagi. 

Indikator alergi makanan
Apakah balita Anda termasuk yang memiliki gangguan alergi terhadap makanan tertentu atau bahkan beberapa jenis makanan? Pada dasarnya, menghindari makanan pencetus alergi saja tidaklah cukup. Alergi muncul berkaitan dengan rendahnya sistem kekebalan tubuh. Semakin banyak makanan yang membuat alergi, bisa jadi hal itu mencerminkan semakin rendahnya imunitas anak. Oleh karena itu, tingkatkan sistem kekebalan tubuh balita Anda. Perhatikan lagi asupan makanan penggenjot sistem kekebalan tubuh. 

Indikator tinggi dan berat badan
Kecukupan gizi dan porsi makan balita dapat diukur dengan berpedoman pada patokan ini. Jika berat badannya kurang dari patokan berat bada normal, patut diduga asupan makanan sumber kalorinya kurang. Perhatikan lagi porsi makan anak Anda. 

sumber: 
Harry, Wied. 2009. Buku Pintar Menu Balita 30 Hari. Depok: Pustaka Bunda.

Sabtu, 07 Januari 2012

Review Resep Peserta Lomba "Aku Suka Masakan Ibu"

Berikut ini adalah review singkat dari juri lomba foto "Aku Suka Masakan Ibu" untuk peserta kategori B yang sudah menyertakan resep dalam tiap fotonya:

Resep makanan yang ditujukan untuk anak2 memang ada kekhususan, diantaranya secara organopleptik tekstur yang mudah dicerna, tidak mengandung bahan makanan yg merangsang saluran pencernaan, memicu alergi dan menghindari  penggunaan bahan tambahan makanan seperti MSG. Sedangkan kriteria lainnya yang menjadi poin utama adalah pastinya bergizi (komposisi kandungan gizinya bervariasi meliputi karbohidrat, protein, lemak , vitamin dan mineral), praktisdalam pengolahannya (mudah dibuat dan diaplikasikan seluruh ibu), kreatif (dikemas sedemikian rupa sehingga bisa mengatasi permasalahan makan pada anak, seperti sulit mengkonsumsi sayuran), bahan yang digunakan mudah didapat (lebih bagus lagi jika menggunakan sumber bahan makanan lokal yg banyak tersedia di daerah tsb) dan terjangkau (tidak terlalu mahal) serta menarik secara tampilan (yg ini cm bs dibayangkan) krn ga bs melihat langsung penampilan akhir dr masing2 resep.  ^__^.  Hal hal lain yang perlu diperhatikan dalam memasak makanan untuk balita adalah
- teknik pengolahan yang aman seperti merebus, mengukus, atau memanggang dalam microwave atau open, sebisa mungkin menghindari makanan yang dibakar/digoreng (deep frying) dlm suhu tinggi, karena biasanya tekstur yg dihasilkan lebih keras n tidak cocok untuk balita.
-prinsip finger food artinya jika membuat makanan camilan, bentuklah dengan ukuran kecil yang dapat dipegang oleh buah hati sehingga ia akan belajar memegang, mengunyah dll.
-hindari makanan yang masih mengandung  biji, tulang, duri, atau berkulit keras.
-jangan berikan daging dlm bentuk utuh (tanpa proses penggilingan), ikan yg sudah dibuang kulitnya (fillet) dan dikukus.
-Hindari penggunaan bahan makanan mentah.

Review per-resep 
 
1. resep MISOA BASO:
*Kandungan gizi:
Karbohidrat dari misoa + tepung kanji (sagu)
Serat + vitamin dari wortel
Protein dari baso udang

Bahan baso:
Udang 1/4 kg dicincang halus
1/2 butir telur ayam kampung
1 buah bawang merah
1 siung bawang putih
Tepung kanji 1 sendok makan peres

Cara membuat baso:
#Tumbuk halus bawang merah dan bawang putih
#Aduk rata tumbukan bawang dengan udang,telur,tepung kanji
#Bentuk bulat-bulat
#Masukkan baso dalam air mendidih (sedikit saja), rebus
#Kalau baso sudah mengambang (matang) angkat baso

Bahan kuah kaldu:
1/2 buah wortel cuci + potong
Air kaldu rebusan baso
1 batang Seledri

Cara membuat:
#Masukkan wortel dalam kuah kaldu
#Setelah wortel empuk masukkan seledri
#Sop wortel siap disajikan
#Sajikan sop wortel + baso , tambahkan misoa yang telah direbus sebelumnya.

Komentar : kandungan gizi sudah bervariasi seperti golongan karbohidrat (KH), protein (P), Lemak (L) , vitamin dan mineral, pengolahan praktis, bahan mudah didapat, tekstur tepat, variasi bahan sudah cukup baik. Catatan : baso udang bisa diganti ayam atau ikan lainnya, bagi anak yg tidak suka sayur penggunaan wortel dlm bentuk tersendiri kadangkala tidakakan dimakan, maka pengolahannya bs dengan dicampur dalam adonan bakso (wortel dipotong dadu kecil n dimasukkan dlm adonan baso).

2. resep  "Sandwich ayam
bawang ala mami "

Resepnya gampang lho : )
- Selai ayam bawang -
margarin unsalted
bawang putih cincang
kaldu ayam sedikit
pure tomat
1 lembar sawi cincang halus
ayam rebus cincang halus

semua bahan ditumis jadi satu , dimasukkan sesuai urutan, sampai
teksturnya mirip selai (bisa dioleskan di atas roti)

- Roti tawar -
pinggiran roti dipotong - jangan dibuang, bs sbg stik roti, dikasi
olesan juga ujungnya
roti diolesi selai ayam rata2x, dipotong segitiga kecil spy gampang dipegang.

komentar : kandungan gizi sudah cukup bervariasi seperti KH, P, L dan vitamin mineral. Pembuatan praktis dan bisa disajikan kapanpun sebagi camilan, bahan yang digunakan mudah didapat serta terjangkau.
Catatan : dalam pembuatan selai ayam, sebaiknya sayuran yg digunakan ditambah lagi seperti wortel. Penggunaan sawi hati2, krn jika menggunakan sawi hijau maka ada rasa pahit n anak kurang suka.. bisa diganti wortel,buncis atau selada. Bisa ditambahkan susu pada pembuatan selai ayam atau parutan keju diatas selai untuk mnambah cita rasa n sebagai sumber protein hewani.


3. Resep Nugget ayam wortel
Resep:
- 5 lembar roti tawar/gandum tanpa kulit, sobek2 kecil, rendam dalam 100ml susu cair segar/UHT
- Campur dengan 400gr ayam cincang dan 1 buah wortel yg dicincang halus
- Proses dengan blender hingga halus
- masukkan 1 butir kuning telur
- jika sudah 1 tahun lebih, boleh tambahkan sedikiiiiiittt garam dan merica
- aduk rata, tuang ke loyang yang telah dioles olive oil atau unsalted butter
- kukus 25 menit/sampai matang
- angkat, dinginkan
- potong2 seukuran genggaman bayi atau kotak2 kecil seukuran 1 suap
- goreng dengan olive oil atau unsalted butter
- kalo ga digoreng jg bisa langsung dimakan

Komentar : kandungaan gizi sudah bervariasi, bahan yaang digunakan juga beragam.
Catatan : dari segi pengolahan dan penyajian membutuhkan waktu yang lama sehingga kurang  praktis bila dibutuhkan dlm waktu cepat. Kombinasikan nugget ayam dengan sayuran2 lain seperti bayam dan brokoli. Teknik pengolahan dipanggang dlm open/microwave juga bisa sebagai alternatif lain selain digoreng.

4. resep apel wortel goreng
... Bahan:
Apel diparut
Wortel diparut
Tepung maizena dicampur dengan tepung terigu
Ditambah kuning telor dikocok
Semua bahan dicampur lalu digoreng

Catatan : sebaiknya teknik pengolahannya jangan digoreng, dicoba variasi lain misalnya dengan membuat bolu kukus wortel dan tomat sehingga teksturnya lebih lembut.

5. resep Plain Omelette: kocok 1 telur dengan 2-3 sendok makan susu cair, dimasak di wajan yang sudah diolesi 1 sendok makan mentega. Potong-potong dan sajikan.

Catatan : bahan makanan kurang bervariasi,tidak ada golongan buah-buahan dan sayur. Warna yg dihasilkan pun kurang menarik krn hanya ada 1 warna. Bisa ditambahkan tomat diiris dadu atau kacang polong diiris kecil2. Untuk sumber KH , vitamin dan mineral bisa ditambahkan penggunaan kentang (omelet kentang)

6. Resep 'Perkedel Sayur'

Bahan :
Kentang 1 buah, dikukus kemudian dihancurkan
Wortel 1/2 buah, kukus dan cincang halus
(kalo mau ditambah sayur lain juga bisa, misal bayam/brokoli yg sudah direbus)
Telur 1 butir
Keju 1 secukupnya

Cara Membuat :
- telur dikocok kemudian semua bahan dicampurkan.
- digoreng pakai minyak zaitun, dengan bentuk yg sesuai dengan genggaman bayi.
- utk variasi sajian bisa ditambah brokoli dan wortel rebus/kukus

Komentar : kandungan zat gizi lengkap KH, L P , vitamin dan mineral, bahan mudah didapat, dan pengolahannya praktis.
Catatan : bisa ditambahkan ayam cincang atau ikan cincang untuk variasinya, teknik pengolahan lain yaitu dipanggang dalam open/microwave (kentang panggang, atau pizza kentang). Hati2 penggunaan minyak dlm menggoreng (sudah tepat menggunakan minyak zaitun), jangan sampai menggunaan minyak bekas menggoreng yg akan menimbulkan alergi atau batuk2 pada anak.

7. resep Resep "Sup Bola Daging"

Bahan :
Daging cincang 3 sdm
Tepung roti kurang lebih 1 sdt
Tahu putih 1/4 bagian, potong kotak
Sawi hijau 1 helai, potong kurang lebih 3 cm
Tomat 1/4 bagian, potong 2
Kuah : kaldu daging dan bawang putih cincang

Cara Membuat :
- Campur daging cincang dengan tepung roti hingga rata, bentuk bulatan sebesar kelereng, rebus dalam air mendidih hingga mengambang, tiriskan dan sisihkan
- Rebus kaldu daging, masukkan bawang putih cincang
- Masukkan bola daging ke dalam kuah kaldu
- Masukkan tahu putih
- Masukkan sawi hijau
- Matikan api
- Masukkan tomat
- Siap disajikan (kuah disajikan dalam wadah terpisah)

Komentar : bahan makanan cukup bervariasi, kandungan zat gizi juga cukup lengkap. Bahan mudah didapat.
Catatan : penyajian sawi hijau secara terbuka kadangkala tidak disukai anak, syuran yg digunakan masih kurang, bisa ditambahkan dlm pembuatan bola daging2. Hati2 dengan pembuatan bola2 daging cincang krn bila komposisinya kurang tepat maka bola2 daging bs remuk saat direbus. Dlm penyajiaan bisa ditambahkan mie yg sudah direbus sehingga kandungan KH cukup.

8. Resep spaghetti bolognaise with mushroom:

Bahan:
50 gram daging has dalam dicincang halus
3 buah jamur champignon, iris tipis
Spaghetti angel hair porsi 1x makan
1/4 bwg bombay potong kotak kotak kecil
1 siung bwg putih, keprek, cincang
2 buah tomat merah (klo non organik kupas dulu kulitnya) diblender
1/2 gelas kecil jus jambu merah biji kental (saring bijinya)
1 sdm butter
1 sdm extra light olive oil (eloo)
sejumput oregano
Keju mozarella secukupnya
Keju cheddar secukupnya untuk taburan

Cara membuat:
- rebus spaghetti sampai matang, sisihkan.
- panaskan eloo, tumis bwg putih, bwg bombay, kalo sudah wangi masukan jamur, lalu daging cincang, setelah itu tuang tomat yang sudah diblender, aduk rata.
- kalo jamur dan daging sudah matang masukan butter, mozarella, oregano.
- matikan kompor, tuang jus jambu sebagai pengental saus (lebih sehat daripada pakai tepung kanji).
-sajikan spaghetti dengan saus bolognasie lalu beri taburan keju cheddar:)

Komentar : baahan yg digunakan sudah bervariasi, kandungan gizi lengkap, mengandung tinggi energi namun seratnya kurang.

Catatan : cara pembuatan kurang praktis, tidak semua bzahan mudah diperoleh dan terjangkau oleh semua ibu. Sebaiknya tambahkan sayuran di dalamnya seperti brokoli yang diiris halus, wortel atau kacang polong. Hati2 dengan Penggunaan saos dalam spaghetti, anak blum teralu suka dengan rasa pedas. Penyajian spaghetti harus diperhatikan, porsinya disesuaikan dengan anak n jangan tll besar, krn akan menimbulkan sisa.

9.  resep Mashed Potato in Kurma

Bahan:
1 Kentang dan 3 kurma
Kombinasi kurma dan kentang dapat menguatkan tulang, meningkatkan fungsi otak, memperlancar pencernaan dan memperkuat sistem imun.

Cara buat:
-Kukus 1 buah kentang
-Potong kira-kira 1 sendok teh
-Lumatkan

-Buang biji kurma, kupas kulitnya
-Lumatkan
-Bentuk kurma menjadi pipih, masukkan kentang di atasnya, bungkus kentang sampai tertutup oleh kurma, dibentuk lonjung seperti kurma asli
-Sajikan

Catatan : bahan yang digunakan kurang variasi (hanya kentang dan kurma) dan salah satu bahan tidak dengan mudah bbisa diperoleh setiap waktu ( karena kurma musiman). Coba cari alternatif pengganti kurma dengan buah2 lainnya yang mudah diperoleh. Tampilan makanan kurang warna (pucat) krn bahan yg digunakan hanya 2 macam.

10. resep sayur asem lauk tempe kukus

Resep sayur Asem
Bahan : terong, labu siam, kacang panjang, daun melinjo, jagung manis, daun salam, lengkuas, asam jawa, kaldu (dari rebusan daging sapi)
Cara Buat :
* potong2 sayuran
* rebus kaldu bersama daun salam, lengkuas dan asam jawa
* masukkan potongan sayuran, masak sampai matang

Resep tempe kukus
Bahan : 3 potong tempe, 1 siung bawang putih, 2 siung bawang merah
Cara Buat : haluskan bawang putih dan bawang merah, kemudian balurkan ke tempe, lalu dikukus sampai matang

Catatan : dari segi komposisi menu ini bagus dan mengandung zat gizi yg cukup bervariasi, namun untuk usia anak kecil menu ini kurang menarik, lebih bisa diterima oleh usia remaja/dewasa. Bahan yang digunakan terlalu banyak, padahal dalam penyajian makanan untuk anak tidak semua bahan akan tersaji n bs dikonsumsi anak2 apalagi balita.
11. resep Rice Spaghetti with Kidney Bean Sauce (Bihun Saus Kacang Merah)

Bahan:
- Rice Spaghetti/ bihun beras berukuran besar
- Kacang merah
- Bawang putih
- Seledri
- Butter (atau vegetable oil seperti olive oil jika ada kecenderungan alergi terhadap susu sapi)

Cara membuat:
- Rebus rice spaghetti atau rendam dengan air panas sampai lunak, lalu tiriskan
- Rebus kacang merah dan bawang putih dengan sedikit air lalu lumatkan dengan blender sampai membentuk kekentalan seperti saus
- Tambahkan butter atau olive oil
- Campurkan rice spaghetti dengan sausnya
- Taburi dengan seledri cincang

Catatan : makanan tinggi karbohidrat (bihun beras dan kacang merah), namun penggunaan sayuran masih kurang. Cita rasa akan lebih enak bila ditambaahkan campuran ikan/ayam/daging cincang. Tambahkan sayuran sebagai zat gizi pengatur krn mengandung vitamin mineral dan akan memperbaiki tampilan warna di akhir penyajian. Hati2 dengan penyajiannya pada anak, karena makanan ini cepat menimbulkan rasa kenyang, sehingga porsi yg besar akan menimbulkan sisa.
12. bubur ayam
"Resep Bubur Ayam: nasi yang sudah jadi direbus lagi sampai agak lembek, lalu tambahkan ayam yang sebelumnya sudah digoreng diiris-iris kecil & taburkan bawang goreng & tuang sedikit kecap manis

Catatan : sama seperti bubur ayam lainnya. Perlu ada inovasi yg berbeda misalnya bubur bisa ditambahkan dengan sayur-sayuran. Penggunaan tahu juga bs dikombinasikan di dalamnya. Pengolahan ayam tidak harus digoreng, tp bs juga disemur atau dibumbu opor.
Semoga bermanfaat...... terimakasih atas partisipasinya :)

Fahmi Arif Tsani, S.Gz, Dietisien.
-Prodi Gizi Kesehatan FK UGM
Fillah Fithra Dieny, S.Gz, MSi
-Prodi Ilmu Gizi FK Undip

Jumat, 09 Desember 2011

Lomba Foto "Aku Suka Masakan Ibu"

Dalam rangka menyambut hari ibu, admin group BLW ingin mengadakan lomba foto nih.. temanya "Aku Suka Masakan Ibu".
Persyaratan:
1. Batita Indonesia dalam foto berusia 6 bulan - 2 tahun
2. Batita tersebut harus sedang makan sendiri (tidak disuapi) masakan ibunya, dalam posisi duduk tegak.
3. Ibu dari batita harus sudah like fan page Bab-Led Weaning (Indonesia) dan mengumpulkan foto pada tanggal 10 - 31 Desember 2011.
4. Foto diunggah di page (bukan group) tersebut dalam album Lomba Foto "Aku Suka Masakan Ibu" yang sudah dibuat oleh admin.
5. Foto boleh diedit tapi minimalis saja. 
6. Foto adalah milik pribadi dan pemiliknya mengijinkan fotonya untuk dipasang di fan page, group, atau log Baby-Led Weaning (Indonesia).
7. Satu peserta hanya boleh mengirimkan 1 foto.
8. Foto belum pernah dikutkan pada lomba lainnya.
9. Boleh mengumpulkan foto lama, asalkan batita dalam foto belum genap berusia 2 tahun per 31 Desember 2011.
 
Ada 2 pemenang dengan 2 cara penilaian yg berbeda:
1 Pemenang kategori A penilaiannya hanya berdasaran like dari sesama fans di page tersebut dan jumlah comment pada foto tersebut. Makanan yang dimakan bayi sebaiknya makanan bergizi dan alami, boleh buah atau sayuran segar. Tidak harus hasil olahan dari dapur Ibu.
1 Pemenang kategori B penilaiannya berdasarkan:
a. kualitas foto yang dikumpulkan, 
b. kesesuaian ekspresi batita dalam foto tersebut dengan tema lomba, menikmati makannya, dan bisa juga berdasarkan komentar-komentar dalam foto tersebut,
c. resep masakan ibu, yg dinilai berdasarkan: berkreasi tapi mudah cara pembuatannya sehingga bisa dengan udah ditiru ibu-ibu lainnya, bergizi, menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat dan lebih disukai jika bahannya alami dan tidak cenderung memicu alergi. 

Untuk kategori A, pemenang dihitung dari jumlah like terbanyak dalam periode 1 - 6 Januari 2012. Antar peserta boleh memberi like untuk peserta lainnya tapi hanya boleh 1 kali kesempatan. Sebaiknya foto yang disukai juga diberi komentar mengapa menyukai foto tersebut. Satu komentar terbaik akan mendapat hadiah juga dari panitia.
Untuk kategori B, admin group Baby-Led Weaning (Indonesia) akan dibantu oleh kerabat yang seorang fotografer untuk menilai kriteria kualitas foto, dan dibantu teman yang dosen Gizi dan Kesehatan UGM untuk menilai resep masakannya.

Hadiah:
1 pemenang kategori A:
1 set peralatan makan "Simba" dengan suction plate, sendok dan garpu

1 pemenang kategori B:
1 set peralatan makan "Simba" dengan suction plate, sendok dan garpu
1 celemek makan berkantong
1 buku Baby-Led Weaning edisi bahasa Indonesia (jika Anda sudah punya, bisa Anda hadiahkan untuk sahabat atau saudara Anda yg baru saja menjadi ibu juga)

1 pemberi komentar terbaik pada foto peserta akan mendapat 1 celemek "Skip Hop" yang waterproof dan praktis untuk travelling.

Pengumuman pemenang: 7 Januari 2012

Peserta tidak dipungut biaya dan biaya pengiriman hadiah ditanggung oleh panitia.
Bagi siapa pun
termasuk online shop yang berminat menjadi sponsor untuk menambah hadiah,  bisa menghubungi panitia melalui email ke: adhya.larasati@yahoo.com.

Jumat, 02 Desember 2011

Bagaimana Pencernaan Bayi BLW?

Seorang ibu di group Baby-led Weaning (Indonesia) bertanya, "Kalo baby pake metode BLW khan seringkali dia nelan dalam wujud yang masih agak besar karena dia belum bisa menguyah sebaik orang dewasa, apakah itu tidak memperberat sistem pencernaannya?"
berikut ini jawaban dari beberapa member lainnya:sependek yg saya tahu, proses pencernaan itu kan berawal dari mulut, pake proses mekanis dan kimiawi. yang proses mekanis dibantu otot2 mulut, lidah, gusi, dan gigi jika sudah ada. padahal gigi bayi... biasanya yg tumbuh gigi seri dulu yg fungsinya hanya menggigit. bukan mengunyah. kalo nunggu gigi geraham dulu baru dikenalkan makanan padat, berarti nunggu anaknya udah berapa bulan tuh umurnya? mestinya di atas 1,5 taun ya geraham baru tumbuh lengkap?
dr hasil pengamatan ke anak2 yg udah kelamaan fase makanan lembutnya, biasanya mereka jadi males ngunyah dan cenderung ngemut makanan, ujung2nya GTM.
selanjutnya, yg kedua, proses kimiawi di mulut dibantu oleh enzim ptialin dalam air ludah (saliva). segala organ di dalam mulut manusia, termasuk air ludah dan enzim ptialin itu kan pasti didesain oleh Tuhan untuk berperan penting dalam proses pencernaan berikutnya kan ya?
bandingkan dengan proses makan yang proses mekaniknya sudah dilakukan sebelum masuk mulut, dan bayi tinggal telan. memang waktu keluar di feses si puree itu udah lembut, karna inputnya lembut. tapi apa berarti di dalem perut lebih mudah dicerna? (Adhya: admin group)
 Dlm BLW, bayi hanya menelan makanan yg telah dia kunyah dg baik. Jika ukurannya besar maka biasanya bayi akan mengeluarkan makanan tsb. Cirinya adl perilaku spt akan tersedak pd awal menggunakan BLW ;-) dimana sebetulnya bukan tersedak tp cara bayi mengeluarkan makanan tsb.
Betul sekali bahwa bayi yg terbiasa makan lembut, memiliki kecenderungan malas utk mengunyah. Dan itu banyak sekali ditemui pd bbrp anak, bahkan byk orgtua mengeluh di usia 3 th anak masih makan dg tim/bahkan puree.
Pd usia dimana anak menunjukkan sikap siap makan maka seluruh alat yg dbutuhkan utk mengunyah dan menyerap makanan artinya sdh siap ;-) Baby knows better than us.. So pay attention to the baby's clue ;-)
(Henny Zainal: member group, dokter, konselor laktasi)
potongan makanan yg besar menurut kita, bukan berarti besar juga buat si baby. Selama ini aku belum pernah dengar ada baby BLW yg bermasalah dgn pencernaannya krn menelan potongan2 makanan. :)
(Marini: admin group)
Nambahin dikit dari penjelasan yg sdh ckp lengkap di atas, proses pencernaan mekanik dan kimiawi itulah yang saling melengkapi. Enzim ptyalin berfungsi memecah amilum (karbohidrat) menjadi maltosa / glukosa (bentuk zat sederhana yang bisa d...iabsorbsi tubuh) shg di mulut bayi pun sudah dimulai pencernaan karna bayi membolak balik makanan dan bercampur dengan air ludah yg di dalamnya ada ptyalin.

Mengenai mengunyah 32 - 33 kali, mengunyah makanan lebih lama dapat mencegah orang makan berlebihan dengan memberikan otak lebih banyak waktu untuk menerima sinyal dari perut yang penuh atau kenyang. Hal ini dapat menurunkan kadar ghrelin, yaitu 'hormon lapar' yang beredar dalam sistem pencernaan. Jadi fungsi mengunyah, tidak hanya menghaluskan makanan tapi memberi waktu ke lambung memberikan sinyal ke otak bahwa kapasitasnya sudah cukup. Nah bayi kan juga mengunyah, hanya mgkn dengan gusi, lidah dan air ludahnya. Teori mengunyah lebih lama ini bisa juga nih untuk ibu2 yang pengen menurunkan berat badan he he.
(Berty: member group, dokter)
untuk melengkapi jawaban ibu-ibu di atas, saya kutip pernyataan Prof.dr.Hiromi Shinya, Guru Besar Kedokteran Albert Einstein College of Medicine, AS, di dalam bukunya, "The Miracle of Enzyme":
"Jika Anda dirawat di rumah sakit di Jepang, apa pun kondisi Anda, rumah sakit akan segera memberi Anda makan bubur nasi. Rumah sakit percaya bahwa mereka berlaku penuh perhatian terhadap pasien2 mereka, terutama kepada mereka yang baru saja menjalani pembedahan internal, dengan mengatakan, "Mari kita mulai makanan Anda dengan bubur beras agar kita tidak memberi tekanan terlalu banyak pada lambung dan usus Anda," Akan tetapi, ini adalah sebuah kesalah besar.
Saya memberi pasien-pasien saya makanan biasa sejak awal, bahkan jika mereka baru saja menjalani operasi lambung. Jika mengerti bagaimana enzim bekerja, Anda akan segera mengerti mengapa makanan-yang-tidak-diproses lebih baik daripada bubur.
Makanan-yang-tidak-diproses lebih baik karena Anda harus mengunyahnya dengan baik. Mengunyah menstimulasi sekresi air liur. Enzim-enzim pencernaan yang terdapat dalam air liur, jika tercampur dengan makanan selama dikunyah, meningkatkan pencernaan dan penyerapan karena penguraian makanan berlangsung dengan lancar. Sedangkan bubur pada dasarnya sudah lembut, dapat ditelan tanpa dikunyah dengan baik. Bubur tidak dapat dicerna dengan baik karena tidak banyak enzim yang tercampur di dalamnya, sementara makanan normal yang terkunyah dengan baik juga dapat dicerna dengan baik."
FYI, penemuan dr. Shinya tentang "keajaiban" tubuh sudah teruji akan merevolusi cara hidup sehat. Terbukti Hiromi Shinya tidak pernah sekali pun jatuh sakit dalam 50 tahun terakhir dan tak satu pun dari ribuan pasien kankernya kambuh.

Kamis, 24 November 2011

Gagging & Gag Reflex

Di buku BLW versi terjemahan istilah 'gagging' atau 'gag reflex' yang sengaja saya cetak miring ternyata oleh editor akhirnya tetap diterjemahkan: 
'gagging' diterjemahkan menjadi 'memuntahkan' dan 'gag reflex' menjadi 'refleks muntah'. 
Padahal sebetulnya gagging itu tidak selalu disertai dengan muntah, dalam arti memuntahkan semua makanan yang sudah masuk ke perut. tetapi bayi hanya berusaha mengeluarkan makanan yang terlalu besar untuk ditelan dengan suara mirip "hoek..hoek". 
mohon maaf.. T.T


untuk mengetahui lebih jauh mengenai gag reflex, silakan membaca tulisan yang ini:

Akankan Bayi Tersedak dengan BLW?