Kamis, 29 Maret 2012

"BaChoc BroLu" (Banana Choco Brownies Bolu)

"BaChoc BroLu" (Banana Choco Brownies Bolu)
tanpa gluten, tanpa telur


niatnya... bikin brownies kukus eh jadinya malah 'mekrok' cantik seperti bolu kukus.

bahan:
100 gr tepung beras
1 sdm gula aren halus
2 sdm unsalted butter cair
2 sdm susu kedelai bubuk Melila
2 sdm susu coklat bubuk
1 buah pisang ambon matang
1 sdt jeruk nipis
1 sdt cuka
8 sdm susu cair( bisa di ganti susu kedelai)
1 sdt baking powder
1/2 sdt vanili bubuk (optional)
1/2 sdt garam
15 sdm air

Cara membuat:
1 siapkan kukusan, bagian tutupnya dilapisi serbet supaya uap air ga menetes ke adonan, dan panaskan
2.haluskan pisang ambon dgn garpu, tambahkan air jeruk nipis supaya warnanya ngga berubah jadi coklat tua
2. campur semua bahan kering dan aduk dengan sendok
3. larutkan susu kedelai&susu coklat bubuk dengan 15 sdm air
4. campurkan pisang lumat, cairan susu, dan semua bahan bahan basah lainnya.
5. campurkan semua bahan, tuang ke pinggan tahan panas yang sudah diolesi minyak/margarine/mentega.
6. setelah air dalam kukusan mendidih, taruh adonan di kukusan, pastikan panci tertutup rapat dengan api sedang. jangan dibuka pancinya sampai setidaknya 20 menit. selamat deg2an :p

inspirasi resep diambil dari sini
http://www.tanpagluten.com/2010/06/brownies-kukus-tanpa-telur.html
dengan sedikit modifikasi.

Senin, 12 Maret 2012

Resep Cake Kukus 'WorLaBi'

Resep Bolu Kukus ini dinamai 'WorLaBi' karna di dalamnya terkandung wortel, labu parang dan ubi.
resepnya terinspirasi dari sini, tapi saya modifikasi sedikit. Resep ini hanya untuk bayi yang sudah jelas tidak alergi terhadap telur.

Bahan :
3 butir telur ayam kampung
200 gram ubi
200 gram labu
1 butir wortel ukuran sedang
50 ml susu segar -> saya pakai susu kedelai
150 gr gula pasir -> saya pakai gula aren)
80 gr tepung terigu -> saya ganti tepung tanpa gluten. sebaiknya diayak terlebih dahulu
2 sdm susu bubuk -> tidak saya gunakan
1/2 sdt soda kue
1 sdt baking powder
½ sdt vanilla bubuk
1 sdm mentega, cairkan
1 sdm mentega untuk mengoles loyang

Cara Membuat :

  1. Kocok telur dengan mixer, biarkan sampai naik.
  2. Kukus ubi & labu setengah matang
  3. Blender labu kukus, ubi kukus dan wortel mentah dengan susu kedelai dan gula aren
  4. Setelah telur benar-benar mengembang, campur dengan adonan hasil blender (nomer 3), vanila, soda kue dan baking powder. dengan kecepatan mixer paling rendah. Setelah rata matikan mixer.
  5. Masukan bahan lain (tepung bebas gluten dan mentega cair) lalu aduk rata dengan spatula.
  6. Tuang ke loyang yang sudah dioles mentega, lalu kukus kurang lebih 35 menit. Angkat. Sajikan.
  7. Tips: bungkus tutup kukusan dengan serbet/kain bersih agar uapnya tidak menetes kembali ke adonan. Sebelum 35 menit jangan buka kukusan. Setelah cake matang, sepertinya memang tampak sangat lunak, tapi setelah dingin akan lebih memadat.

Tepung Tanpa 'Gluten'

Hari Minggu kemarin saya sukses bikin cake kukus tanpa terigu tapi hasilnya sebagus kalau pakai terigu.
Saya sengaja ngga pakai terigu supaya cake saya bebas gluten. Tepung semacam ini memang berfungsi menggantikan terigu, sangat direkomendasikan bagi anak-anak penderita autisme. Tapi kalau pun anak kita tidak mengidap autisme, tak ada salahnya mengurangi konsumsi gluten. Manfaat menghindari gluten bisa dibaca di sini.
Komposisi tepung ini diciptakan oleh Bette Hagman, pionir dalam penyusunan buku masak khusus untuk anak-anak autis. Bahannya terdiri dari tepung terigu : tepung sagu : tepung tapioka (kanji)
dengan perbandingan 6 : 2 : 1. Jadi seandainya tepung terigu 6 sendok makan, tepung sagu 2 sendok makan dan tepung kanji 1 sendok makan.

sumber informasi: majalah Santap: Lezat & Sehat no.15

Kamis, 02 Februari 2012

Sehatkah Makanan Balita Saya?

Tidak jarang para ibu khawatir (cenderung parno, seperti saya. hehe) apakah yg dimakan Almira sudah cukup membuatnya sehat. Apalagi dengan metode Baby-Led Weaning yang membuat saya tak perlu menyuapi Almira dan porsi makannya ditentukan dirinya sendiri. Tapi jika pada satu sesi makan saya rasa yang dimakan anak saya kok sepertinya kurang (menurut saya), biasanya saya menawarkan makanan lebih sering pada hari tersebut. 

Balik lagi ke pertanyaan yang tercantum dalam judul artikel ini yang coba saya jawab dari salah satu bagian tulisan pak Wied Harry (ahli gizi) di Buku Pintar Menu Balita 30 Hari: Benarkah makanan yang Anda berikan sudah sehat dan bergizi? Apakah porsinya sudah mencukupi? Untuk memastikan balita Anda mendapatkan makanan bergizi dengan porsi yang cukup, mari amati indikator berikut ini:

Indikator BAB
Buang air besar (BAB) bisa menggambarkan kecukupan asupan serat dalam makanan balita Anda. Selalu sempatkan setiap hari mengamati rutinitas buang air besarnya dan amati pula kotorannya. Agar lebih jelas, Anda bisa berpatokan pada kunci BAB-5
1. BAB minimum setiap pagi (bisa lebih dari satu kali, tetapi tidak diare atau sakit perut).
2. BAB tanpa mengejan, kotoran keluar secara otomatis tanpa didorong.
3. BAB kotoran mengambang, tidak tenggelam.
4. BAB 2 menit, kotoran sudah keluar semua.
5. BAB merasa tuntas. 

Jadi, jika balita Anda tidak setiap hari buang air besar atau selalu mengejan setiap kali buang air besar, benahi lagi asupan makanannya. Sebagian besar orang tua merasa sudah memberikan cukup makanan berserat, tetapi ternyata anaknya masih saja tidak lancar BAB. Jika hal itu yang terjadi, sadari bahwa setiap anak memiliki kebutuhan asupan serat berbeda. Jangan ragu meningkatkan lagi jumlah asupan makanan berserat, terutama beras merah, sayuran segar, buah segar, dan polong-polongan. 

Gas buang (kentut) dan kotoran yang berbau terlalu tajam menusuk juga mengindikasikan rendahnya asupan serat masakan. Cukup mengonsumsi buah-buahan segar, sayuran segar, beras merah, dan polong-polongan meningkatkan timbunan serat dalam usus besar yang menjadi makanan bagi "bakteri baik" penghasil vitamin K. Dengan demikian, "bakteri baik" berkembang biak dengan pesat, sebaliknya pertumbuhan "bakteri pembusuk" tertahan. Populasi "bakteri pembusuk" yang terbatas menekan terbentuknya gas berbau busuk sehingga bau khas gas buang dan kotoran wajar. 

Sebaliknya, asupan serat yang rendah meningkatkan volume makanan pembentuk gas di dalam usus besar karena kotoran sulit dibuang tanpa serat yang cukup. Kecuali polong-polongan, makanan hewani merupakan sumber protein yang miskin serat dan biasanya tertahan lama di usus besar jika tidak ada serat. Padahal, sebagian besar makanan hewani kaya triptofan, salah satu asam amino penyusun protein yang mengandung belerang (sulfur). Nah, belerang dalam protein hewani inilah penyebab bau tajam menusuk pada gas buang dan kotoran anak. Oleh karena itu, selalu dampingi dengan asupan serat yang cukup. 

Indikator flu atau demam
Amati balita Anda. Apakah ia mudah terserang flu atau demam dibanding anak-anak seusia? Apakah dalam tiga bulan berturut-turut ia selalu menderita flu atau menderita demam tanpa flu dalam setiap bulan? 
Serangan flu menandakan rendahnya sistem kekebalan tubuh. Demam menandakan adanya peradangan dalam sistem tubuh anak. Hal ini berkaitan dengan terbatasnya asupan nutrisi penjaga imunitas, terutama vitamin C, betakaorten, dan seng (zinc). Coba amati apakah asupan buah-buahan segar, sayuran segar, dan ikan segar terlalu sedikit? Jika ya, perlahan-lahan tingkatkan lagi. 

Indikator alergi makanan
Apakah balita Anda termasuk yang memiliki gangguan alergi terhadap makanan tertentu atau bahkan beberapa jenis makanan? Pada dasarnya, menghindari makanan pencetus alergi saja tidaklah cukup. Alergi muncul berkaitan dengan rendahnya sistem kekebalan tubuh. Semakin banyak makanan yang membuat alergi, bisa jadi hal itu mencerminkan semakin rendahnya imunitas anak. Oleh karena itu, tingkatkan sistem kekebalan tubuh balita Anda. Perhatikan lagi asupan makanan penggenjot sistem kekebalan tubuh. 

Indikator tinggi dan berat badan
Kecukupan gizi dan porsi makan balita dapat diukur dengan berpedoman pada patokan ini. Jika berat badannya kurang dari patokan berat bada normal, patut diduga asupan makanan sumber kalorinya kurang. Perhatikan lagi porsi makan anak Anda. 

sumber: 
Harry, Wied. 2009. Buku Pintar Menu Balita 30 Hari. Depok: Pustaka Bunda.

Sabtu, 07 Januari 2012

Review Resep Peserta Lomba "Aku Suka Masakan Ibu"

Berikut ini adalah review singkat dari juri lomba foto "Aku Suka Masakan Ibu" untuk peserta kategori B yang sudah menyertakan resep dalam tiap fotonya:

Resep makanan yang ditujukan untuk anak2 memang ada kekhususan, diantaranya secara organopleptik tekstur yang mudah dicerna, tidak mengandung bahan makanan yg merangsang saluran pencernaan, memicu alergi dan menghindari  penggunaan bahan tambahan makanan seperti MSG. Sedangkan kriteria lainnya yang menjadi poin utama adalah pastinya bergizi (komposisi kandungan gizinya bervariasi meliputi karbohidrat, protein, lemak , vitamin dan mineral), praktisdalam pengolahannya (mudah dibuat dan diaplikasikan seluruh ibu), kreatif (dikemas sedemikian rupa sehingga bisa mengatasi permasalahan makan pada anak, seperti sulit mengkonsumsi sayuran), bahan yang digunakan mudah didapat (lebih bagus lagi jika menggunakan sumber bahan makanan lokal yg banyak tersedia di daerah tsb) dan terjangkau (tidak terlalu mahal) serta menarik secara tampilan (yg ini cm bs dibayangkan) krn ga bs melihat langsung penampilan akhir dr masing2 resep.  ^__^.  Hal hal lain yang perlu diperhatikan dalam memasak makanan untuk balita adalah
- teknik pengolahan yang aman seperti merebus, mengukus, atau memanggang dalam microwave atau open, sebisa mungkin menghindari makanan yang dibakar/digoreng (deep frying) dlm suhu tinggi, karena biasanya tekstur yg dihasilkan lebih keras n tidak cocok untuk balita.
-prinsip finger food artinya jika membuat makanan camilan, bentuklah dengan ukuran kecil yang dapat dipegang oleh buah hati sehingga ia akan belajar memegang, mengunyah dll.
-hindari makanan yang masih mengandung  biji, tulang, duri, atau berkulit keras.
-jangan berikan daging dlm bentuk utuh (tanpa proses penggilingan), ikan yg sudah dibuang kulitnya (fillet) dan dikukus.
-Hindari penggunaan bahan makanan mentah.

Review per-resep 
 
1. resep MISOA BASO:
*Kandungan gizi:
Karbohidrat dari misoa + tepung kanji (sagu)
Serat + vitamin dari wortel
Protein dari baso udang

Bahan baso:
Udang 1/4 kg dicincang halus
1/2 butir telur ayam kampung
1 buah bawang merah
1 siung bawang putih
Tepung kanji 1 sendok makan peres

Cara membuat baso:
#Tumbuk halus bawang merah dan bawang putih
#Aduk rata tumbukan bawang dengan udang,telur,tepung kanji
#Bentuk bulat-bulat
#Masukkan baso dalam air mendidih (sedikit saja), rebus
#Kalau baso sudah mengambang (matang) angkat baso

Bahan kuah kaldu:
1/2 buah wortel cuci + potong
Air kaldu rebusan baso
1 batang Seledri

Cara membuat:
#Masukkan wortel dalam kuah kaldu
#Setelah wortel empuk masukkan seledri
#Sop wortel siap disajikan
#Sajikan sop wortel + baso , tambahkan misoa yang telah direbus sebelumnya.

Komentar : kandungan gizi sudah bervariasi seperti golongan karbohidrat (KH), protein (P), Lemak (L) , vitamin dan mineral, pengolahan praktis, bahan mudah didapat, tekstur tepat, variasi bahan sudah cukup baik. Catatan : baso udang bisa diganti ayam atau ikan lainnya, bagi anak yg tidak suka sayur penggunaan wortel dlm bentuk tersendiri kadangkala tidakakan dimakan, maka pengolahannya bs dengan dicampur dalam adonan bakso (wortel dipotong dadu kecil n dimasukkan dlm adonan baso).

2. resep  "Sandwich ayam
bawang ala mami "

Resepnya gampang lho : )
- Selai ayam bawang -
margarin unsalted
bawang putih cincang
kaldu ayam sedikit
pure tomat
1 lembar sawi cincang halus
ayam rebus cincang halus

semua bahan ditumis jadi satu , dimasukkan sesuai urutan, sampai
teksturnya mirip selai (bisa dioleskan di atas roti)

- Roti tawar -
pinggiran roti dipotong - jangan dibuang, bs sbg stik roti, dikasi
olesan juga ujungnya
roti diolesi selai ayam rata2x, dipotong segitiga kecil spy gampang dipegang.

komentar : kandungan gizi sudah cukup bervariasi seperti KH, P, L dan vitamin mineral. Pembuatan praktis dan bisa disajikan kapanpun sebagi camilan, bahan yang digunakan mudah didapat serta terjangkau.
Catatan : dalam pembuatan selai ayam, sebaiknya sayuran yg digunakan ditambah lagi seperti wortel. Penggunaan sawi hati2, krn jika menggunakan sawi hijau maka ada rasa pahit n anak kurang suka.. bisa diganti wortel,buncis atau selada. Bisa ditambahkan susu pada pembuatan selai ayam atau parutan keju diatas selai untuk mnambah cita rasa n sebagai sumber protein hewani.


3. Resep Nugget ayam wortel
Resep:
- 5 lembar roti tawar/gandum tanpa kulit, sobek2 kecil, rendam dalam 100ml susu cair segar/UHT
- Campur dengan 400gr ayam cincang dan 1 buah wortel yg dicincang halus
- Proses dengan blender hingga halus
- masukkan 1 butir kuning telur
- jika sudah 1 tahun lebih, boleh tambahkan sedikiiiiiittt garam dan merica
- aduk rata, tuang ke loyang yang telah dioles olive oil atau unsalted butter
- kukus 25 menit/sampai matang
- angkat, dinginkan
- potong2 seukuran genggaman bayi atau kotak2 kecil seukuran 1 suap
- goreng dengan olive oil atau unsalted butter
- kalo ga digoreng jg bisa langsung dimakan

Komentar : kandungaan gizi sudah bervariasi, bahan yaang digunakan juga beragam.
Catatan : dari segi pengolahan dan penyajian membutuhkan waktu yang lama sehingga kurang  praktis bila dibutuhkan dlm waktu cepat. Kombinasikan nugget ayam dengan sayuran2 lain seperti bayam dan brokoli. Teknik pengolahan dipanggang dlm open/microwave juga bisa sebagai alternatif lain selain digoreng.

4. resep apel wortel goreng
... Bahan:
Apel diparut
Wortel diparut
Tepung maizena dicampur dengan tepung terigu
Ditambah kuning telor dikocok
Semua bahan dicampur lalu digoreng

Catatan : sebaiknya teknik pengolahannya jangan digoreng, dicoba variasi lain misalnya dengan membuat bolu kukus wortel dan tomat sehingga teksturnya lebih lembut.

5. resep Plain Omelette: kocok 1 telur dengan 2-3 sendok makan susu cair, dimasak di wajan yang sudah diolesi 1 sendok makan mentega. Potong-potong dan sajikan.

Catatan : bahan makanan kurang bervariasi,tidak ada golongan buah-buahan dan sayur. Warna yg dihasilkan pun kurang menarik krn hanya ada 1 warna. Bisa ditambahkan tomat diiris dadu atau kacang polong diiris kecil2. Untuk sumber KH , vitamin dan mineral bisa ditambahkan penggunaan kentang (omelet kentang)

6. Resep 'Perkedel Sayur'

Bahan :
Kentang 1 buah, dikukus kemudian dihancurkan
Wortel 1/2 buah, kukus dan cincang halus
(kalo mau ditambah sayur lain juga bisa, misal bayam/brokoli yg sudah direbus)
Telur 1 butir
Keju 1 secukupnya

Cara Membuat :
- telur dikocok kemudian semua bahan dicampurkan.
- digoreng pakai minyak zaitun, dengan bentuk yg sesuai dengan genggaman bayi.
- utk variasi sajian bisa ditambah brokoli dan wortel rebus/kukus

Komentar : kandungan zat gizi lengkap KH, L P , vitamin dan mineral, bahan mudah didapat, dan pengolahannya praktis.
Catatan : bisa ditambahkan ayam cincang atau ikan cincang untuk variasinya, teknik pengolahan lain yaitu dipanggang dalam open/microwave (kentang panggang, atau pizza kentang). Hati2 penggunaan minyak dlm menggoreng (sudah tepat menggunakan minyak zaitun), jangan sampai menggunaan minyak bekas menggoreng yg akan menimbulkan alergi atau batuk2 pada anak.

7. resep Resep "Sup Bola Daging"

Bahan :
Daging cincang 3 sdm
Tepung roti kurang lebih 1 sdt
Tahu putih 1/4 bagian, potong kotak
Sawi hijau 1 helai, potong kurang lebih 3 cm
Tomat 1/4 bagian, potong 2
Kuah : kaldu daging dan bawang putih cincang

Cara Membuat :
- Campur daging cincang dengan tepung roti hingga rata, bentuk bulatan sebesar kelereng, rebus dalam air mendidih hingga mengambang, tiriskan dan sisihkan
- Rebus kaldu daging, masukkan bawang putih cincang
- Masukkan bola daging ke dalam kuah kaldu
- Masukkan tahu putih
- Masukkan sawi hijau
- Matikan api
- Masukkan tomat
- Siap disajikan (kuah disajikan dalam wadah terpisah)

Komentar : bahan makanan cukup bervariasi, kandungan zat gizi juga cukup lengkap. Bahan mudah didapat.
Catatan : penyajian sawi hijau secara terbuka kadangkala tidak disukai anak, syuran yg digunakan masih kurang, bisa ditambahkan dlm pembuatan bola daging2. Hati2 dengan pembuatan bola2 daging cincang krn bila komposisinya kurang tepat maka bola2 daging bs remuk saat direbus. Dlm penyajiaan bisa ditambahkan mie yg sudah direbus sehingga kandungan KH cukup.

8. Resep spaghetti bolognaise with mushroom:

Bahan:
50 gram daging has dalam dicincang halus
3 buah jamur champignon, iris tipis
Spaghetti angel hair porsi 1x makan
1/4 bwg bombay potong kotak kotak kecil
1 siung bwg putih, keprek, cincang
2 buah tomat merah (klo non organik kupas dulu kulitnya) diblender
1/2 gelas kecil jus jambu merah biji kental (saring bijinya)
1 sdm butter
1 sdm extra light olive oil (eloo)
sejumput oregano
Keju mozarella secukupnya
Keju cheddar secukupnya untuk taburan

Cara membuat:
- rebus spaghetti sampai matang, sisihkan.
- panaskan eloo, tumis bwg putih, bwg bombay, kalo sudah wangi masukan jamur, lalu daging cincang, setelah itu tuang tomat yang sudah diblender, aduk rata.
- kalo jamur dan daging sudah matang masukan butter, mozarella, oregano.
- matikan kompor, tuang jus jambu sebagai pengental saus (lebih sehat daripada pakai tepung kanji).
-sajikan spaghetti dengan saus bolognasie lalu beri taburan keju cheddar:)

Komentar : baahan yg digunakan sudah bervariasi, kandungan gizi lengkap, mengandung tinggi energi namun seratnya kurang.

Catatan : cara pembuatan kurang praktis, tidak semua bzahan mudah diperoleh dan terjangkau oleh semua ibu. Sebaiknya tambahkan sayuran di dalamnya seperti brokoli yang diiris halus, wortel atau kacang polong. Hati2 dengan Penggunaan saos dalam spaghetti, anak blum teralu suka dengan rasa pedas. Penyajian spaghetti harus diperhatikan, porsinya disesuaikan dengan anak n jangan tll besar, krn akan menimbulkan sisa.

9.  resep Mashed Potato in Kurma

Bahan:
1 Kentang dan 3 kurma
Kombinasi kurma dan kentang dapat menguatkan tulang, meningkatkan fungsi otak, memperlancar pencernaan dan memperkuat sistem imun.

Cara buat:
-Kukus 1 buah kentang
-Potong kira-kira 1 sendok teh
-Lumatkan

-Buang biji kurma, kupas kulitnya
-Lumatkan
-Bentuk kurma menjadi pipih, masukkan kentang di atasnya, bungkus kentang sampai tertutup oleh kurma, dibentuk lonjung seperti kurma asli
-Sajikan

Catatan : bahan yang digunakan kurang variasi (hanya kentang dan kurma) dan salah satu bahan tidak dengan mudah bbisa diperoleh setiap waktu ( karena kurma musiman). Coba cari alternatif pengganti kurma dengan buah2 lainnya yang mudah diperoleh. Tampilan makanan kurang warna (pucat) krn bahan yg digunakan hanya 2 macam.

10. resep sayur asem lauk tempe kukus

Resep sayur Asem
Bahan : terong, labu siam, kacang panjang, daun melinjo, jagung manis, daun salam, lengkuas, asam jawa, kaldu (dari rebusan daging sapi)
Cara Buat :
* potong2 sayuran
* rebus kaldu bersama daun salam, lengkuas dan asam jawa
* masukkan potongan sayuran, masak sampai matang

Resep tempe kukus
Bahan : 3 potong tempe, 1 siung bawang putih, 2 siung bawang merah
Cara Buat : haluskan bawang putih dan bawang merah, kemudian balurkan ke tempe, lalu dikukus sampai matang

Catatan : dari segi komposisi menu ini bagus dan mengandung zat gizi yg cukup bervariasi, namun untuk usia anak kecil menu ini kurang menarik, lebih bisa diterima oleh usia remaja/dewasa. Bahan yang digunakan terlalu banyak, padahal dalam penyajian makanan untuk anak tidak semua bahan akan tersaji n bs dikonsumsi anak2 apalagi balita.
11. resep Rice Spaghetti with Kidney Bean Sauce (Bihun Saus Kacang Merah)

Bahan:
- Rice Spaghetti/ bihun beras berukuran besar
- Kacang merah
- Bawang putih
- Seledri
- Butter (atau vegetable oil seperti olive oil jika ada kecenderungan alergi terhadap susu sapi)

Cara membuat:
- Rebus rice spaghetti atau rendam dengan air panas sampai lunak, lalu tiriskan
- Rebus kacang merah dan bawang putih dengan sedikit air lalu lumatkan dengan blender sampai membentuk kekentalan seperti saus
- Tambahkan butter atau olive oil
- Campurkan rice spaghetti dengan sausnya
- Taburi dengan seledri cincang

Catatan : makanan tinggi karbohidrat (bihun beras dan kacang merah), namun penggunaan sayuran masih kurang. Cita rasa akan lebih enak bila ditambaahkan campuran ikan/ayam/daging cincang. Tambahkan sayuran sebagai zat gizi pengatur krn mengandung vitamin mineral dan akan memperbaiki tampilan warna di akhir penyajian. Hati2 dengan penyajiannya pada anak, karena makanan ini cepat menimbulkan rasa kenyang, sehingga porsi yg besar akan menimbulkan sisa.
12. bubur ayam
"Resep Bubur Ayam: nasi yang sudah jadi direbus lagi sampai agak lembek, lalu tambahkan ayam yang sebelumnya sudah digoreng diiris-iris kecil & taburkan bawang goreng & tuang sedikit kecap manis

Catatan : sama seperti bubur ayam lainnya. Perlu ada inovasi yg berbeda misalnya bubur bisa ditambahkan dengan sayur-sayuran. Penggunaan tahu juga bs dikombinasikan di dalamnya. Pengolahan ayam tidak harus digoreng, tp bs juga disemur atau dibumbu opor.
Semoga bermanfaat...... terimakasih atas partisipasinya :)

Fahmi Arif Tsani, S.Gz, Dietisien.
-Prodi Gizi Kesehatan FK UGM
Fillah Fithra Dieny, S.Gz, MSi
-Prodi Ilmu Gizi FK Undip